Curhat Banana: 5 April Part II 2010


Dear Dibana,

Maaf sampai harus ngasih judul kaya gini Dibana, soalnya tadi aku nangis di toilet dulu, terus ngeden, terus ngeluarin ingus, belek, sampe upil yang udah basah banget.

Lanjutkan ya, Dibana.

Jadi, waktu aku keluar kelas Gomes dengan wajah bete, rupanya Gomes ngejar aku kaya sinetron-sinetron remaja. Dia narik tangan aku, terus ngelihat mata aku yang sudah berlinang air susu (dibaca: air mata). Gomes lalu megang pipi aku, ngelus air mata aku, sambil ngomong:

“Banana.”

“Iya?”

“Jangan nangis!”

“Kenapa?”

“Nangis itu menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan kehamilan dan janin.”

Aku senyum Dibana. Gomes berusaha ngehibur aku dari kehilafannya sebagai lelaki. Terus dialog berlangsung kembali.

“Kamu nyesel ya, pacaran sama aku, Yang?”

“Pengennya sih gitu, tapi dah terlanjur mo digimanain lagi.”

Aku kesel disitu. Terus nampar pipi Gomes sampe menimbulkan tapak sakti di pipinya.

“Maksudku terlanjur cinta, Banana.”

Hiksss…Gomes so sweet banget, Dibana. Air mata yang tadinya cuma setetes dua tetes percis imunisasi, sekarang berubah menjadi semburan lumpur lapindo.

“Gomes jahat!” aku nepuk-nepuk dada Gomes.

“Tapi sayang kan?”

“Banget!”

Gomes meluk aku dikoridor kelas. Engga sadar ternyata di kaca-kaca kelas yang engga pake gorden, ternyata pada ngelihatin kita bermesra-mesra ria. Semuanya pada tepuk tangan. Ada juga yang nangis, muntah-muntah, ngupil, kentut, garuk-garuk pantat, geleng-geleng kepala, berpelukan, ciuman, sampe ada yang nyanyiin lagu Dona The Explorer: Berhasil-berhasil-berhasil. Hore!

Temen-temen Banana ternyata baik-baik ya, Dibana?

Nah…curhat Banana belum sampai disitu. Si Julia Internetia yang ngerasa dirinya kalah pamor dibandingin Banana, balik sinis ngelihat Banana dari dalem kelas. Matanya tajem kaya pedang samurai natap Banana. Tangannya bersimpuh di dada seolah-olah dia itu udah nyiapin rencana invasi perang dingin terhadap Banana. Perasaan Banana jadi engga enak seketika

Hari menjelang sore, ternyata apa yang Banana pikirin bener! Tiba-tiba Julia nyamperin Gomes yang mo nganterin Banana pulang ke rumah. Gaya jalannya yang sok dogwalk itu nyamperin kita berdua yang berjalan menuju gerbang sekolah.

“Halo Gomes!” sapa Julia yang tiba-tiba jadi portal ngehalangin jalan kita. Banana langsung pasang muka cemberut. Pikiran Banana ngomong: apa maunya perempuan yang satu ini?

Satu hal yang buat Banana shock, adalah, ternyata Gomes pasang wajah senyum. Kaya yang ngelihat miss universe yang celana dalemnya lepas waktu show bikini.

“Halo juga Julia.”

Akhirnya dialog menyebalkan pun berlangsung.

“Maaf Banana, boleh pinjem Gomesnya semenit, engga?” pinta Julia lembut. Banana tahu, sebenarnya hatinya pasti lagi ngerencanain sesuatu. Apalagi tiba-tiba si Domain Dotcom datang menyergap dari samping, nyamperin Banana. Si Domain kayanya berperan sebagai pengalih perhatian, karena sebelum Banana ngegeleng tanda engga ngasih izin, tiba-tiba Domain narik tangan Banana keluar gerbang.

“Apaan sih, Dom? Banana kan lagi sama Gom…” waktu Banana mempertanyakan maksud Domain menarik Banana, secara tidak sengaja Banana melirik Julia yang ngebisik sesuatu ke telinga Gomes dengan mesra. Gomes sendiri pasang muka mesum, soalnya bisikan tuh nenek sihir sepertinya mengandung pelet, dari nyi erot.

Hati Banana terbakar. Hancur berkeping-keping. Apalagi si Domain ternyata narik Banana cuma buat minjem uang lima rebu, buat ongkos pulang, naik ojeg. Banana yakin, pasti ada batu yang disembunyikan Domain dan Julia sebagai udang. Banana yakin mereka berdua berusaha memisahkan Banana dari Gomes.

Tapi hati Banana terlalu hancur melihat raut wajah Gomes yang girang banget dibisikin sama Julia. Mimik wajahnya itu kaya yang habis mimpi basah. Nyebelin! Padahal kurang seksi apa Banana.

Alhasil Banana lari menuju tukang ojeg di seberang sekolah. Gomes kayanya engga sadar sangkin terbawa suasana alam gaibnya, kalau Banana udah pergi meninggalkan dia. Banana ngerasa Gomes ngehianatin isi hati Banana yang begitu menyayanginya.

Banana pergi. Menuju tukang ojeg. Tukang ojeg yang nyebelin. Masa dia bilang.

“De, maaf. Ongkosnya diitung dua!”

Sebelllll! Banana pengen ngelanjutin nangis di toilet Banana.

Hikssss…..

Banana Cinta Nana

Curhat Banana Sebelumnya….

5 April 2010

15 Maret 2010

23 Februari 2010

Iklan

Cara Mengembangkan Ide Cerita Fiksi Ala Rey (Bag II)


Baiklah, terima kasih karena pembaca yang setia dan budiman telah mengikuti blog saya tentang Cara Mengembangkan Ide Cerita Fiksi ala saya sendiri. Saya akan membahas dari kelanjutan bagian yang pertama. Saya tak mau berpanjang lebar, karena pada dasarnya, saya penulis yang hanya ingin berbagi.

Berpikirlah kalau ide anda itu BEDA! Tidak SAMA. Jangan biarkan orang lain mengusik pikiran anda : kalau ide anda itu SAMA.

Berhentilah berpikir seperti yang saya sebutkan di atas. Setiap penulis memiliki kreativitasnya masing-masing. Jangan biarkan orang lain mendoktrin pikiran anda, kalau tulisan anda berasal dari ide yang sama dengan penulis lain. Ide anda itu orisinil! Tanamkan dalam hati.

Saya beri contoh, ketika Stephanie Meyer menulis tetralogi Twilight, apakah ia tahu kalau yang menulis tentang kisah vampir itu bukan hanya dia? Ada nama-nama besar seperti Darren Shan dengan . Cirque Du Freak-nya. Lalu L. J Smith dengan The Vampire Diaries-nya. Ada banyak nama-nama penulis besar yang memiliki ide satu, namun isi ceritanya jelas berbeda.

Jadi, berhentilah berpikir seperti itu. Jadilah diri anda sendiri, ketika menulis. Anda punya ide, anda punya draft (kalau anda senang dengan teknik seperti itu)– dan anda punya kemauan dan konsistensi yang bisa anda bangun secara bertahap. Setelah itu mulailah menulis dengan ide anda sendiri. Ide yang orisinil buah dari pemikiran anda.

Nahh…sekarang. Mulailah membentuk ide anda secara utuh. Kalau anda suka membuat draft terlebih dahulu, buatlah. Kalau anda mengikuti intuisi anda ketika menulis, lakukan juga. Buang jauh-jauh suara-suara halus di kepala anda tentang: Ide anda SAMA.

Sekarang teriakkan: INI IDE SAYA!

Tuliskan ide anda SEKARANG JUGA!

Bersambung…

Sumber gambar: http://lizkuz.com/images/FULL/ideaHOT.jpg