Penemu Telepon Sebenarnya!


Betapa bodohnya saya bodoh karena telat mengetahui kenyataan ini, terlambat. Saya akhirnya tahu kenyataan yang sebenarnya setelah blogwalking ke blog-blog yang biasa saya kunjungi. Ternyata Alexander Graham Bell bukanlah penemu telepon yang sebenarnya. Apa yang terjadi, mari kita simak!

Antonio Santi Giuseppe Meucci, (lahir 13 April 1808 – meninggal 18 Oktober 1889 pada umur 81 tahun) ia seorang penemu berkebangsaan Italia yang penemuannya merupakan alat komunikasi modern yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat sekarang ini untuk kehidupan sosial yaitu telepon. Umumnya penemu telepon yang lebih dikenal masyarakat adalah Alexander Graham Bell, tetapi sepertinya sejarah harus ditulis ulang karena adalah seorang imigran dari Firenze (Florence), Italia yang bernama Antonio Meucci yang telah menciptakan telepon pada tahun 1849 dan mematenkan hasil karyanya pada tahun 1871.


Antonio Meucci lahir di San Frediano, dekat kota Firenze pada tahun 1808. Dia adalah lulusan Akademi Kesenian Firenze, lalu bekerja di Teatro della Pergola sampai tahun 1835, dan kemudian ditawari pekerjaan di Teatro Tacon in Havana, Kuba dan berimigrasi di sana bersama istrinya. Pada waktu senggangnya Antonio Meucci suka melakukan penyelidikan terhadap sesuatu dan menciptakan barang-barang baru tanpa putus asa. Meucci telah mengembangkan cara menggunakan setrum listrik untuk menyembuhkan penyakit dan menjadi populer karenanya.


Pada tahun 1850, dia pindah ke Staten Island, New York. Pada saat itu Meucci jatuh miskin, tetapi masih terus menyempurnakan alat yang telah diciptakannya yaitu telepon. Dikarenakan ia sakit keras dan perekonomian yang sulit, istrinya terpaksa menjual beberapa alat-alat ciptaannya hanya seharga enam dolar untuk biaya pengobatan. Setelah sembuh, Meucci bekerja keras siang dan malam untuk kembali membuat alat-alat ciptaannya. Pada tahun 1871, disebabkan tak cukup uang untuk membayar paten telepon, ia hanya membayar paten sementara yang berlaku untuk setahun dan harus diperpanjang pada tahun selanjutnya.


Meucci mencoba untuk mendemonstrasikan potensi “telegraf berbicara” ini serta membawa model dan segala keterangannya pada wakil ketua perusahaan telegraf Western Union. Setiap kali Meucci hendak menemui wakil ketua ini, Edward B.Grant selalu mengatakan bahwa dia tak ada waktu. Dua tahun kemudian, saat Meucci meminta kembali semua materi telepon di perusahaan tersebut, ternyata mereka hanya mengatakan telah “hilang”.


Pada tahun 1876, Alexander Graham Bell menyandang nama sebagai penemu telepon. Setelah Meucci mengetahuinya, ia memanggil seorang pengacara untuk memprotes pada Kantor Paten Amerika Serikat di Washington. Meucci mengalami kekalahan untuk kasus ini. Setelah adanya permusuhan antara Alexander Graham Bell dengan Western Union baru terungkap bahwa Bell sebelumnya telah menyetujui membayar duapuluh persen keuntungan komersil atas “penemuannya” selama 17 tahun kepada Western Union. Antonio Meucci wafat pada tanggal 18 Oktober 1889.


Lebih dari seabad dan di seluruh penjuru dunia, Alexander Graham Bell dikenal sebagai penemu telepon. Tetapi pada tanggal 11 Juni 2002 di kongres Amerika Serikat, Antonio Meucci ditetapkan sebagai penemu telepon.

Sekian, kutipan dari sumber kaskus.us ini.

Dari penjelasan itu semua, saya baru sadar. Ada pertanyaan: kok bisa yah, Western Union menghilangkan data sepenting itu? Apa gunanya bagi mereka? Apa mereka tidak tahu kalau itu semua akan mencemarkan nama baik mereka?

Jawaban itu semua baru terungkap, oleh saya hari ini—walaupun Antonio Meucci telah ditetapkan sebagai penemu telepon pada tahun 2002. Itu artinya, ada peribahasa untuk Alexander Graham Bell, dan Western Union yang pantas.

Sepandai-pandainya tupai melompat, pasti jatuh juga. Dan pada tahun 2002, mereka mungkin merasakan malu, walaupun kejadiannya sudah lama.

sumber: kaskus.us

Iklan

Katanya sih, Film Muslim Terbaik Dunia Saat ini ?


Ketika ane blogwalking, kebetulan ane pengen lihat-lihat tentang film. Dan ternyata, ane melihat film muslim yang katanya sih, terbaik di dunia saat ini. Benarkah itu? Jujur, saya belom nonton kawan!….
Hmm… silahkan simak!

Le Grand Voyage (Ar-Rihlatul Akbar)
haxims.blogspot.com
Sebuah film menarik berjudul ‘Le Grand Voyage” atau “Ar-Rihlatul Akbar” atau kalo dalam bahasa Indonesia “Perjalanan Agung”. Dibintangi oleh Nicolas Cazale, Mohamed Majd dan Jacky Nercessian.
Film ini mengisahkan perjalanan seorang ayah bersama anak laki-lakinya (Reda) menuju Mekkah yang penuh makna kehidupan. Reda diminta menemani ayahnya untuk mengantar ke Mekkah menunaikan ibadah haji.
Namun sang ayah telah berniat melakukan perjalanan ini tidak menggunakan pesawat, melainkan menggunakan mobil. Jarak yang mereka tempuh kira-kira 5000 km antara Perancis – Mekkah.
Di tengah perjalanannya, Reda bertanya kepada ayahnya, “Kenapa Ayah tidak naik pesawat untuk naik haji? Lebih praktis. Si Ayah menjawab,”Saat air laut naik ke langit, rasa asinnya hilang dan murni kembali. Air laut menguap naik ke awan. Saat menguap, ia menjadi tawar.” Itulah sebabnya lebih baik naik haji berjalan kaki daripada naik kuda. Lebih baik naik kuda dari pada naik mobil. Lebih baik naik mobil daripada naik kapal laut. Lebih baik naik kapal laut daripada naik pesawat.
”Ketika Ayah kecil, almarhum kakekmu berangkat naik keledai. Ayah tak pernah melupakan hari itu. Kakekmu lelaki pemberani. Tiap hari Ayah naik ke atas bukit, disana Ayah bisa lihat cakrawala. Ayah ingin jadi orang pertama yang melihatnya kembali.”
Perjalanan Ayah dan anak sejauh 5000 km ini bukanlah tanpa halangan dan tantangan. Dari Perancis menuju Italia terus ke Slovenia, Kroasia, Yugoslavia, Bulgaria, Turki, Syria, Yordania, dan akhirnya sampai ke Arab Saudi. Perjalanan ini, selain memerlukan stamina yang tangguh, juga dipenuhi berbagai macam cobaan seperti konflik internal antara ayah dan anak, kehilangan uang di tengah perjalanan, tertimbun salju dan lain sebagainya.
Namun perjalanan sesungguhnya bukanlah perjalanan sang ayah yang menunaikan ibadah haji. Perjalanan sesungguhnya adalah perjalanan sang anak yang menemukan hakikat hidup selama menempuh perjalanan ini. Reda, si anak bukanlah pemuda yang spiritual dan tugas mengantar ayahnya ini semula karena terpaksa disebabkan oleh karena ayahnya tidak bisa menyetir sedangkan kakanya dicabut SIM-nya. Reda masih SMU dan punya pacar sehingga sepanjang perjalanan selalu teringat kekasihnya. Selain itu, Reda sangat egois dan suka kemewahan.
Karena perjalanan inilah, Reda mendapatkan perjalanan rohani yang maha dasyhat. Dari setiap konflik dengan ayahnya, halangan dan tantangan yang secara bersama mampu dihadapi hingga sampai ke tempat tujuan. Akhirnya Reda pun harus menghadapi kenyataan Ayahnya meninggal di tanah suci.
Perjalanan Agung sang Ayah ini telah memberikan perjalanan spiritual tersendiri bagi sang Anak.
Nah begitu ulasan filmnya. Kalau anda suka dengan ulasan film ini, dan ingin mendownload filmnya. Aduhhh….punten alias permisi: Minta donk linknya, dong??
Hohoho….

Mau Lihat Plat Nomor Termahal Ketiga di Dunia?


GambarIseng-iseng buka detik.com, eh nemuin berita unik yang cukup mencengangkan. Ada Plat Nomor Termahal Ketiga di Dunia. Saya sungguh kaget luar biasa, ternyata saya ketinggalan berita (yang pertama saja saya kagak tahu). Tapi telat tahu bukan berarti kuper, kan? Hehehe…

Jadi begini toh, pembaca yang setia. Uni Emirat Arab atau kalau disingkat UAE (engga penting), adalah negara yang kaya akan minyak bumi-nya yang berlimpah. Orang-orang kaya di negara tersebut juga tak kalah banyaknya dengan orang-orang eropa. Salah satu klub liga primership, Manchester City, kini di ambil alih kepemilikannya oleh The Abu Dhabi United Group. Itu artinya, kekuatan ekonomi orang-orang timur tengah tidak dapat diremehkan, mereka memiliki kompetensi dan elegansi untuk melakukan tambang mereka, sendiri (walaupun sedikit dibantu oleh beberapa perusahaan luar). Tapi tidak seperti negara kita tercinta yang merelakan tambang emas di Papua kepada orang-orang luar, dan hanya menikmati uang dari pajak dan…ah, cape deh.

Kembali ke topik plat nomer. Ternyata oh ternyata, plat yang mahal itu adalah sebuah plat nomor mobil dengan satu digit, bernomor: 7.  Plat tersebut terjual dengan harga 17 dirham (US$ 4,6 juta) atau sekitar Rp. 41,6 milar. Waw! Di saat pejabat negara kita berlomba-lomba untuk menguras uang negara (dibaca: korupsi), dan merelakan harga diri negara dan pribadi  (kalau ketahuan) untuk meng-korup uang sebesar itu. Sang penjual dan pembeli Plat malah menganggap  uang itu adalah hanya masalah, pengakuan.
“Saya pikir ini masalah pengakuan. Hari ini memiliki Ferrari saja tidaklah cukup. Orang ingin nomor cantik di mobil mereka. Itu membuat mereka jadi lebih populer dibanding para pengendara Ferrari lainnya,” ujar perusahaan penyedia plat nomor di Uni Emirat Arab, Muhammad Kashif seperti detikOto kutip dari Arab News, Jumat (9/4/2010).

Sebagai informasi juga, kalau plat nomer termahal  bernomor 1 berhasil terjual seharga US$ 14,2 atau sekitar Rp 128,43 miliar yang dibeli oleh pengusaha Uni Emirat Arab bernama Said Khouri pada tahun 2008. Disusul kemudian plat nomer termahal kedua dengan plat bernomer 5, berhasil dijual dengan harga US$ 6,86 juta atau sekitar Rp 62 miliar juga oleh seorang warga Uni Emirat Arab. Kapan ya, saya bisa membeli plat itu?

Sumber Kutipan: Oto Detik

Ulasan dan sedikit Foto Foto Kopdar Kemudianers Bandung (I)


Tak banyak foto yang saya tampilkan dari Kodar Bonbin 2010. Satu persatu saya seleksi, lalu saya jadikan sebuah kenangan yang tak terlupakan. Mana tahu, nanti sudah tua, anak anda pengen lihat anda masih muda. Maka lihatlah disini. hehehe…

Kopdar Bandung memang tak pernah dikunjungi lebih dari dua puluh orang seperti kopdar jakarta. Tetapi, Kopdar bandung memiliki kelebihan, dimana yang datang-nya yang itu-itu saja– dan ketika ada anggota baru yang nebeng ikutan. WAHH!!! Betapa senangnya. 🙂

Pria kelahiran Makasar ini salah satu penulis yang rajin menerbitkan buku di kalangan penulis kemudianers bandung. Bagaimana tidak, disaat rekan-rekannya mandet selama 1 tahun belum menyelesaikan satu naskah pun. Alexander Bonaparte Cruz, atau yang lebih akrab disapa ABC ini telah menyelesaikan 3 naskah dalam kurun 2 tahun  terakhir. Dan sekarang, ia sedang menyusun naskah keempat, yang berjudul….aduh saya lupa lagi. Tanya aja langsung ke orangnya, ya!

Penulis yang tinggal di daerah cimahi ini, adalah yang paling narsis ketika ada kamera. Ketika kamera saya melaju ke arah orang utan, badannya bergerak perlahan mengikuti lensa saya (dibaca: dusta). Penulis akrab disapa Ayu, atau lebih dikenal dengan id: Jayhawkers. Katanya sih, nama itu adalah nama…..nama…..euuu……yang jelas sih bukan nama toko distro.

Nama pria ini mirip dengan salah satu penerbit. Nama pria ini, juga mirip dengan salah satu kemudianers bandung yang lebih dulu menerbitkan buku Lovaskeptika (Dadun Erlangga). Ya….ketahuan deh. Nama pria ini Erlangga Wulung. Saya engga tahu nama panjang sebenarnya, tapi saya lihat dari fb-nya ajah. Sosok pria ini hitem-manis-asam-asin. Ketika anda melihatnya dari jauh, ia terlihat bak manisan yang dijemur di atas genteng, tapi kalo dari deket, ia hitam seperti asinan yang bikin gregetan rasanya. Hm…gregetan, jadinya gregetan* sherina song.

Anindito Alfaritsi, memang berwajah dingin seperti mushashi atau zatoichi yang terkenal berdarah dingin. Tapi…dibalik tatapannya yang selalu nampak sayu ke-pengen-pengen-an itu, Anin, atau akrab disapa Alfare adalah pria yang perkasa. Kuat!

Oh…tidak-tidak. Saya berlebihan. Alfare justru orangnya ekspresionis banget. Aduh….gimana, ya, ngomongnya. Hmm….pokoknya mah, gitu . Susah diungkapkan dengan kata-kata– karena selama saya hidup di dunia, baru kali ini saya melihat ada sosok yang seperti ini. Dibilang kocak, yaa….agak garing. Tapi ketika dia garing…ehhh…bikin kocak. Ahhhh….lieurr!!!

Nah…ini dia kemudianers bandung yang kemarin diperkenalkan sebagai anggota baru kopdar. Dia ternyata masih satu keturunan dengan Ayu, dan Erlangga (maksudnya satu sekolahan, bener ga?). Dia tidak banyak bicara, tidak banyak bergerak– dan lebih banyak bergerak dan berbicara. Hmmm…gimana yah? eu…..intinya mah, masih canggung lah. Dan sependengaran saya ketika meminta kesan-pesannya. Ia suka dengan kopdar kita kali ini. Tidak monoton. Cukup stereoton.

bersambung…. (ngantuk! Hoaammmmm….)

Bendahara PSSI Bunuh Istri


Gila bener-bener gila. Udah Indonesia lagi terpuruk dengan carut marut suporter sepak bola yang kerjanya bikin rusuh mulu, terus prestasi sepak bola kita yang kagak punya prestasi berarti. Kini, PSSI di labrak dengan sebuah berita menggetarkan alam mereka. Kalo aja yang ngelakuin itu tukang baso, ato kuli bangunan, pasti engga akan segempar ini.

Beritanya selengkapnya, saya mengutip dari http://www.detik.com

Jakarta – Joseph Refo, bendahara PSSI, dituduh melakukan pembunuhan terhadap istrinya. Meski kini sudah ditahan, PSSI belum mengambil sikap terhadap salah satu anggotanya itu.

Peristiwa pembunuhan yang dilakukan Joseph Revo terhadap istrinya, Maria, terjadi Sabtu (20/2/2010) dinihari WIB. Revo menghabisi nyawa istrinya itu di kediamannya yang terletak di Kompleks Deplu, Jalan Deplu 2 nomor 1, RT 5 RW 3, Bintaro, Jakarta Selatan.

Maria tewas karena dianiaya dan mengalami luka parah di bagian kepala. Korban sempat dibenturkan ke kasur dan dipukul menggunakan laptop.

Dalam pernyataannya saat dihubungi detik.com, Sekretariat Jendral PSSI, Nugraha Besoes, enggan menjelaskan lebih jauh soal kasus tersebut.

“Saya baru dapat kabarnya. Harus dicek dulu, nanti ya. Sudah ya, nanti saya cek,” ucapnya saat ditanya soal sanksi yang mungkin dijatuhkan.

Joseph yang sebelumnya diamankan di Polsek Pesanggrahan kini dikabarkan masih dalam keadaan depresi. ( mad / din )
Sumber: http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2010/02/20/222141/1303505/76/bendahara-pssi-bunuh-istri