Lomba Menulis 2010 Resensi Seni Rupa


Wah, wah wahhh…. ada lomba baru nih, buat ente-ente sekalian, yang seneng nulis resensi– terutama resensi yang berkaitan dengan seni rupa. Selain itu, lomba ini juga untuk para pelajar SLTA sederajat, jadi bagi yang merasa sudah tua, alias lulus sekolah. Yuk ikutan! Info lebih lanjut, bisa di KLIK DISINI

Tapi jika anda malas meng-klik (terrrrlaaluuu), tidak apa-apa. Silahkan baca infonya disini. Nyok!

LOMBA MENULIS RESENSI SENI RUPA

Dewasa ini dunia seni rupa modem dan kontemporer Indonesia menunjukan perkembangan yang sangat pesat. Berbagai kreativitas seniman telah melahirkan visualisasi bentuk karya yang sangat bervariatif, demikian pula ajang perhelatan seni rupa ramai digelar di berbagai tempat dan daerah. Namun perkembangan ini masih belum sejalan dengan peningkatan apresiasi seni di kalangan masyarakat luas, khususnya di kalangan generasi muda (pelajar). Karya seni rupa tidak saja memiliki fungsi dan pemaknaan yang bermanfaat bagi siapapun yang mampu menikmati dan menghargainya, tetapi juga merupakan karya budaya sebuah bangsa.

Oleh karenya Galeri Nasional Indonesia sebagai lembaga khusus yang melaksanakan fungsi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatakan karya seni rupa dalam kurun waktu dasa warsa ini telah konsisten dan aktif menggelar dan menyebarluaskan informasi tentang karya seni rupa, melalui program pameran, workshop, lomba, penulisan buku (katalog), bimbingan (guiding) dan pelayanan publik lainnya yang bersifat edukatif-kultural dan rekreatif.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya apresiasi masyarakat di bidang seni rupa, GNI akan menggelar Lomba Menulis Resensi Seni Rupa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong atau mewadahi minat dan potensi generasi muda dibidang penulisan popular atau jumalistik dengan melakukan kunjungan, tinjauan, pengamatan dan interpretasi terhadap peristiwa maupun karya-karya seni rupa modem dan kontemporer, seperti lukisan, patung, seni instalasi, desain, seni grafis, fotografi, kriya dll.

I. Ketentuan Lomba

– Naskah resensi dapat berupa tulisan reportase, narasi/tinjauan seni.
– Tulisan merupakan karya sendiri (orisinal) dan aktual
– Belum pernah dilombakan dan dipublikasikan dalam bentuk apapun.
– Naskah yang dikirim ke panitia berupa softcopy, disertai CD (hardcopy).
– Naskah tidak mengandung unsur SARA.

II. Prosedur

– Peserta mengadakan pengamatan langsung terhadap kegiatan pameran-pameran penting seni rupa dalam kurun waktu 3 bulan; dari bulan April sampai dengan Juni 2010 atau melalui kajian terhadap karya-karya seni rupa yang telah diterbitkan dalam buku/katalog.

– Tulisan yang dikirimkan ke panitia maksimal 2 resume (2 event) yang diunggulkannya.

– Setiap resensi ditulis minimal 2 halaman dan maksimal 5 halaman (1,5 spasi Times New Roman) di atas kertas A4 80gr.

– Bila perlu disertai data pendukung lainnya seperti foto event/karya yang menjadi obyek pengamatan.

– Biodata peserta ditulis pada lembar terpisah dari naskah resensi.

– Tulisan dikirim selambat-lambatnya tanggal 30 Juni 2010, pukul 16.00 WIB ke:

Sekretariat Panitia
Lomba Resensi Seni Rupa
c.q.: Iwa AS, Farida BS, Rizki AR, Afrina R

Galeri Nasional Indonesia (GNI)
Jalan Merdeka Timur 14
Jakarta 10110
Telepon (021) 3848971
Facimile (021) 3813021

III. Peserta Lomba

– Lomba ini bersifat terbuka bagi siswa SLTA dan yang sederajad di seluruh Indonesia.

IV. Juri

Tim Juri berjumlah 3 orang yang memiliki latar belakang sebagai kurator, penulis dan pengamat seni rupa.

V. Pemenang dan Hadiah

– Total hadiah Rp10.500.000,00

– Kategori pemenang terdiri dari; pemenang pertama, kedua, ketiga dan 2 pemenang harapan.

VI. Waktu/Tempat Penjurian

Pemenang akan diumumkan pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2010 pukul 12.00 WIB di Ruang Kuratorial Galeri Nasional Indonesia, bersamaan dengan penyelenggaraan “PAMERAN SENI RUPA ANAK BERPRESTASI”.

LOMBA MENULIS RESENSI SENI RUPA

Dewasa ini dunia seni rupa modem dan kontemporer Indonesia menunjukan perkembangan yang sangat pesat. Berbagai kreativitas seniman telah melahirkan visualisasi bentuk karya yang sangat bervariatif, demikian pula ajang perhelatan seni rupa ramai digelar di berbagai tempat dan daerah. Namun perkembangan ini masih belum sejalan dengan peningkatan apresiasi seni di kalangan masyarakat luas, khususnya di kalangan generasi muda (pelajar). Karya seni rupa tidak saja memiliki fungsi dan pemaknaan yang bermanfaat bagi siapapun yang mampu menikmati dan menghargainya, tetapi juga merupakan karya budaya sebuah bangsa.

Oleh karenya Galeri Nasional Indonesia sebagai lembaga khusus yang melaksanakan fungsi perlindungan, pengembangan dan pemanfaatakan karya seni rupa dalam kurun waktu dasa warsa ini telah konsisten dan aktif menggelar dan menyebarluaskan informasi tentang karya seni rupa, melalui program pameran, workshop, lomba, penulisan buku (katalog), bimbingan (guiding) dan pelayanan publik lainnya yang bersifat edukatif-kultural dan rekreatif.

Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan daya apresiasi masyarakat di bidang seni rupa, GNI akan menggelar Lomba Menulis Resensi Seni Rupa. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong atau mewadahi minat dan potensi generasi muda dibidang penulisan popular atau jumalistik dengan melakukan kunjungan, tinjauan, pengamatan dan interpretasi terhadap peristiwa maupun karya-karya seni rupa modem dan kontemporer, seperti lukisan, patung, seni instalasi, desain, seni grafis, fotografi, kriya dll.

I. Ketentuan Lomba

– Naskah resensi dapat berupa tulisan reportase, narasi/tinjauan seni.
– Tulisan merupakan karya sendiri (orisinal) dan aktual
– Belum pernah dilombakan dan dipublikasikan dalam bentuk apapun.
– Naskah yang dikirim ke panitia berupa softcopy, disertai CD (hardcopy).
– Naskah tidak mengandung unsur SARA.

II. Prosedur

– Peserta mengadakan pengamatan langsung terhadap kegiatan pameran-pameran penting seni rupa dalam kurun waktu 3 bulan; dari bulan April sampai dengan Juni 2010 atau melalui kajian terhadap karya-karya seni rupa yang telah diterbitkan dalam buku/katalog.

– Tulisan yang dikirimkan ke panitia maksimal 2 resume (2 event) yang diunggulkannya.

– Setiap resensi ditulis minimal 2 halaman dan maksimal 5 halaman (1,5 spasi Times New Roman) di atas kertas A4 80gr.

– Bila perlu disertai data pendukung lainnya seperti foto event/karya yang menjadi obyek pengamatan.

– Biodata peserta ditulis pada lembar terpisah dari naskah resensi.

– Tulisan dikirim selambat-lambatnya tanggal 30 Juni 2010, pukul 16.00 WIB ke:

Sekretariat Panitia
Lomba Resensi Seni Rupa
c.q.: Iwa AS, Farida BS, Rizki AR, Afrina R

Galeri Nasional Indonesia (GNI)
Jalan Merdeka Timur 14
Jakarta 10110
Telepon (021) 3848971
Facimile (021) 3813021

III. Peserta Lomba

– Lomba ini bersifat terbuka bagi siswa SLTA dan yang sederajad di seluruh Indonesia.

IV. Juri

Tim Juri berjumlah 3 orang yang memiliki latar belakang sebagai kurator, penulis dan pengamat seni rupa.

V. Pemenang dan Hadiah

– Total hadiah Rp10.500.000,00

– Kategori pemenang terdiri dari; pemenang pertama, kedua, ketiga dan 2 pemenang harapan.

VI. Waktu/Tempat Penjurian

Pemenang akan diumumkan pada hari Sabtu tanggal 31 Juli 2010 pukul 12.00 WIB di Ruang Kuratorial Galeri Nasional Indonesia, bersamaan dengan penyelenggaraan “PAMERAN SENI RUPA ANAK BERPRESTASI”.

Sumber: Indonesia Buku Dot Com

Curhat Banana: 5 April 2010


Dear Dibana.

Beribu-ribu maaf kuucapkan pada ibu pertiwi, Dibana. Maafkan aku karena aku jarang nulis buku diari ini. Itu semua karena aku sibuk banget, banget, dan bangeeettt! Seharusnya kamu ganti nama, Dibana– karena kamu bukan terbit harian, melainkan bulanan. Kamu pasti merasa terasing di dalem kulkas, dan engga ada yang ngasih makan– apalagi dibiarin kedinginan. Hikss… Banana jadi merasa bersalah banget.

Dan untuk menebus kesalahan Banana, aku pengen curhat sama kamu. Aku lagi sedih banget. Hancur hatiku (by Olga Saputra), Hilang Permataku (by Yuni Shara)– dan Gogo poweranger, adalah soundtrack yang cocok buat aku, buat nerjemahin hatiku.

Kamu pasti penasaran, kan, Dibana?…iya kan? Penasaran?

Tenang aja….kamu engga usah nyari kantor penasaran, ato jadi hantu penasaran buat nyari semua isi hatiku. Kamu cukup jadi Dibana yang apa adanya. Dibana yang selalu jadi kertas, dan akan selalu jadi kertas (emangnya mo jadi apa, cita-cita Dibana?)

Jadi gini, Dibana. Kamu masih inget kan sama si Domain Dotcom? Temen Gomes yang suka ngejekin aku. Inget kan?

Rupanya selama sebulan ini, Domain berusaha ngejodohin Gomes sama adik ceweknya, yang baru masuk di sekolah alias  pindah dari SMA di Chicago, Amerika ke sekolahku ini. Kujelasin dengan rinci, ya? Biar jelas.

Tiga minggu yang lalu…

Pagi itu SMA Mama Perkasa lagi aman dan tentram. Sebagian siswa saling bercanda di kantin karena ada guru yang engga masuk, dengan alasan sakit gigi, sakit jiwa, dan sakit hati. Sebagiannya lagi belajar di dalem kelas dengan serius, mempersiapkan UAN. Adalagi sebagian siswa yang lagi main basket di lapangan basket, lah. Adalagi dan adalagi siswa dan siswi yang pacaran di bawah pohon pisang di pojok lapangan basket.

SMA Mama Perkasa bener-bener lagi tenteram banget! Sejak SMA Ayah Tak Kuasa tak lagi menyerang SMA– terakhir, ketika tragedi bola bowling tubuhku menggelinding– menghancurkan gerombolan Geng Comber.  SMA Mama Perkasa jadi SMA yang ditakuti, karena ada sosok pahlawan yang duduk di dalem kelasnya sambil garuk-garukin kepala Gomes yang ketombenya tetep engga rontok. Engga usah banyak basa-basi, sosok itu adalah BANANA CINTA NANA….Eng ING ENGGG!!!

Keadaan berubah, Dibana. Berubah drastis. Waktu aku menemukan penemuan 4 buah kutu di kepala Gomes, tiba-tiba pintu kelas terbuka, dan datanglah sesosok guru berkumis lebat, hitam dan idup percis Takursingh dalam film-film india. Pak Joker namanya. Kelakuannya yang sok ke-joker-joker-an ala musuh batman, membuat Pak Joker (yang bernama aslikan Joko Keramat) dipanggil Joker.

Pak Joker masuk menggandeng cewek cantik jelita oh manis seperti gula. Cewe itu yang kumaksud, Dibana. Adiknya Si Domain Dotcom Http www Dot Dot-an, sialan! Rambut cewe itu kriting ala  Meg Ryan waktu di filem City of Angel. Hidungnya mancung kaya Pak Raden waktu lagi bersin, kulitnya putih seputih keputihan– matanya indah dengan bola mata biru, bibirnya gede tapi seksi ala Angelina Jolie. Dan tubuhnya tinggi, setinggi Adam Jordan!…eh, Michael Jordan. Hmm…

Semua pria di dalam kelas Gomes terpukau percis orang sakau (hah?) ngelihat tuh cewek, yang setelah dikenalin Pak Joker punya nama yang cantik. Ada yang ngacai (dibaca: ngiler), ada yang ngucek-ngucek mata, ada yang cepet-cepet pinjem lotion sama cewe-cewe lalu masukin tangan ke balik celana, dan pada akhirnya aku cukup terpukau sama kecantikan tuh cewek, sampe engga sadar udah makan kutu Gomes.

“Kenalkan, ini murid pindahan dari Ammm-erika. Dia adiknya Domain. Namanya Julia Internetia.” kenal Pak Joker sama anak-anak. Aku meledak ketawa ngedenger namanya bener-bener aneh. Tapi pas aku sadar, rupanya cuma aku yang ketawa sendiri. Yang lainnya masih pada Ber-terpukau ria, melihat Julia mengenakan rok abu-abu super pendek hingga memperlihatkan pahanya yang mulus bin virus.

Masuk ke konflik, aku ngelihat Gomes, kaya yang, termasuk cowo yang terpukau. Tangannya dia selipin di tengah-tengah selangkangan paha, lalu dijepit kaya orang kedinginan. Disitu aku cemburu buta, tuli, dan bisu. Aku langsung nyubit perut dia, pertanda aku tak suka Gomes ikut-ikutan kaya temen-temennya.

Gomes tetap bergeming waktu aku cubit, padahal power yang aku keluarin buat nyubit cukup buat Gomes engga bakalan bisa BAB (Buang Air Buuesar)  selama 7 hari 7 malam. Aku langsung naik pitam, terus mukul kepala Gomes pake kamus bahasa inggris. Gomes kesakitan.

Disela-sela perkenalan Pak Joker, perlakuanku terhadap Gomes mengundang perhatian. Pak Joker yang ngeliat aku tidak pada kelasnya langsung negor aku, “Banana, kamu kok ada dikelas ini? Bukannya kamu di kelas sebelah?” tanyanya.

Aku sebel. Kesel. Jadi aku jawab aja, “Lagi wawancara sama Gomes, Pak. Soalnya dia pemilik rambut paling banyak kotorannya di sekolah ini.” Hufff, Gomes langsung sadar seketika, terus ngelirik aku sini. Dia kesinggung.

bersambung dulu ah Dibana. Aku lagi pengen nangis, soalnya aku belum siap ngelanjutin curhatanku selanjutnya. Hiks…

Banana Cinta Nana

curhat sebelumnya: Silahkan klik!

15 Maret 2010

23 Februari 2010

Lomba Menulis Cerpen Remaja (LMCR) 2010 – LIP ICE-SELSUN Golden Award


Engga kerasa, ternyata lomba cerpen yang rutin tahunan ini sudah diselenggarakan lagi. Tahun kemaren, salah satu penulis kemudianers Bandungm bernama Muhamad Rivai, berhasil menjadi salah satu 100 cerpen favorit Kategori Umum (saya sendiri engga masuk mana-mana).

Para penulis harus ikutan yang satu ini nih. Klik DISINI untuk Info lebih lanjut.

Syarat-syarat Lomba:

  1. Lomba ini terbuka untuk pelajar tingkat SLTP (Kategori A), SLTA (Kategori B) dan Mahasiswa/Guru/Umum (Kategori C)  dari seluruh Indonesia maupun yang studi/bekerja di luar negeri. Kecuali keluarga besar PT ROHTO Laboratories Indonesia dan Panitia/Dewan Juri LMCR 2010
  2. Lomba dibuka 21 April 2010 dan ditutup 15 September 2010 (Stempel Pos)
  3. Tema Cerita: Dunia remaja dan segala aspek kehidupannya (cinta, kebahagiaan, kepedihan, harapan, kegagalan, cita-cita, derita dan kekecewaan)
  4. Judul bebas tetapi harus mengacu tema Butir 3
  5. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul
  6. Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia literer (indah, menarik, mengalir) dan komunikatif. Bahasa gaul dan bahasa daerah/asing  boleh digunakan untuk segmen dialog para tokohnya – jika itu diperlukan dan sesuai dengan tema
  7. Naskah yang dilombakan harus asli (bukan jiplakan) dan belum pernah dipublikasi

Ketentuan Khusus:

  1. Naskah ditulis di kertas ukuran kuarto, ditik berjarak 1,5 spasi, font 12, huruf Times New Roman, margin justified 2 Cm, panjang naskah antara 6 – 10 halaman, dikirim ke panitia dalam bentuk printout 3 (tiga) rangkap/copy disertai file dalam bentuk CD.
  2. b. Cantumkan sinopsis maksimal 1 (satu) halaman, mini-biodata pengarang, foto 4R, fotocopy KTP atau SIM/Paspor/Student Card
  3. Setiap judul cerpen yang dilombakan wajib dilampiri kemasan LIP ICE (bagian kartonnya) atau segel SELSUN Shampo jenis apa saja
  4. d. Naskah cerpen yang dilombakan beserta persyaratannya dimasukkan ke dalam satu amplop (boleh berisi beberapa judul),  cantumkan tulisan PESERTA LMCR-2010 dan Kategori-nya di atas amplop kanan atas dan dikirim ke: Panitia LMCR-2010 LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD – Jalan Gunung Pancar No.25 Bukit Golf Hijau, Sentul City Bogor 16810
  5. Hasil lomba diumumkan tanggal  15 Oktober 2010 melalui www.rayakultura.net dan www.rohto.co.id
  1. Keputusan Dewan Juri bersifat final dan mengikat
  2. Hasil Lomba:

Masing-masing kategori: Pemenang I, II, II dan 5 (lima) Pemenang Harapan Utama,  10 (sepuluh) Pemenang Harapan dan Pemenang Karya Favorit untuk Kategori A: 20 Pemenang, Kategori B: 60 Pemenang dan Kategori C: 100 Pemenang.

Hadiah Untuk Pemenang:

Kategori A (Pelajar SLTP)

  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 2.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 20 (dua puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen  Pemenang Utama LMCR-2010
  • Sekolah Pemenang I, II dan II berhak mendapat 1 (satu) unit TV

Kategori B (Pelajar SLTA)

  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 5.000.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 3.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari PT ROHTO + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 60 (enam puluh) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
  • Sekolah Pemenang I, II dan III berhak mendapat 1 (satu) unit TV

Kategori C (Mahasiswa/Guru/Umum)

  • Pemenang I – Uang Tunai Rp 7.500.000,- + LIP ICE-SELSUN GOLDEN AWARD
  • Pemenang II – Uang Tunai Rp 6.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Pemenang III – Uang Tunai Rp 4.000.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 5 (lima) Pemenang Harapan Utama masing-masing mendapat Uang Tunai Rp 1.500.000,- + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 10 (sepuluh) Pemenang Harapan masing-masing mendapat Bingkisan dari + Piagam LIP ICE-SELSUN
  • 100 (seratus) Pemenang Karya Favorit masing-masing mendapat Piagam LIP ICE-SELSUN
  • Seluruh pemenang mendapat hadiah ekstra 1 (satu) Buku Kumpulan Cerpen Pemenang Utama LMCR-2010
  1. Naskah cerpen yang dilombakan jadi milik PT ROHTO, hak cipta milik pengarangnya. Informasi lebih lanjut e-mail ke rayakultura@gmail.com

Jakarta, 10 April 2010

Ketua Panitia LMCR-2010

Dra. Naning Pranoto, MA

Sumber: Situs Raya Kultura

Logo (bukan logo resmi) : http://www.taibros.net/images/writing.jpg

Lomba Cerpen Pena Cerdas KFC


Wah wah wah… akhir-akhir ini saya banyak posting lomba. Tapi mau digimanain lagi: 17 Agustus masih lama (ikut lomba balap karung, balap kerufuk, dll), dan bagi para pecinta lomba sejati yang ingin selalu menyalurkan bakatnya lewat lomba, selalu haus akan penghargaan. Ya mana tahu adik, teman, kakak, pacar, dkk anda butuh informasi ini. Mumpung masih lama, ya, apa susahnya mengikuti acara ini.  Info selengkapnya, silahkan baca artikel di bawah, atau klik DISINI, untuk melihat langsung  sumbernya.

Lomba Cerpen Pena Cerdas KFC

Kategori

  • Usia 10 – 13 Tahun.
  • Usia 14 – 18 Tahun.
  • Usia 19 – 22 Tahun.
Tema & Isi Karya
  • Tema: AKU PEDULI.
  • Isi Karya: Berkaitan dengan KFC, baik produk, tempat, dan lain sebagainya.
Syarat & Ketentuan
  • Berlaku sesuai ketegori usia diatas.
  • Beli KFC Kombo Hit List, lalu gunakan STRUK pembeliannya sebagai Nomor Pendaftaran (1 struk berlaku untuk 1 karya).
  • Hasil karya harus orisinal, belum pernah diperlombakan sebelumnya dan belum pernah dipublikasi di media manapun seta belum pernah menang.
  • Isi karya tidak mengandung unsur SARA dan pornografi.
  • Hasil karya berbentuk format MS.Word atau PDF, Isi karya: 6 Halaman Follio, Jenis Huruf: Verdana, Ukuran Font: 10pt dengan 1,5 spasi .
  • Tiap Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 karya (maksimal 5 karya).
Cara Meng-upload Materi Karya:
  • Buka website http://www.virtualxbook.com.
  • Klik icon Pena Cerdas KFC.
  • Isi format pendaftaran (Nomor Struk Pembelian KFC Kombo Hit List, Nama Peserta, Asal Sekolah, Tempat & Tanggal Lahir, No.Tlp, Alamat Email, & No.Kartu Identitas/Kartu Pelajar yang masih berlaku, serta Foto Diri dalam format JPEG).
  • Setelah pendaftaran selesai, upload karya (klik icon Upload Karya). Setelah verifikasi pendaftaran, karya dapat dibaca dan di-vote.
  • Karya yang telah didaftarkan tidak dapat dikembalikan.
  • Materi karya diupload mulai 15 Januari 2010 s/d 15 April 2010.

Penilaian Pemenang

  • Seluruh karya yang masuk ke http://www.virtualxbook.com akan dibaca dan divote oleh masyarakat umum untuk menentukan 21 Finalis dan juara favorit.
  • Voting dimulai 15 Januari 2010 s/d 20 April 2010.
  • Selanjutnya ke-21 Finalis ini akan dinilai kembali oleh para juri pada saat final di KFC Kemang pada akhir akhir April 2010. Khusus untuk pemenang favorit mutlak dipilih oleh masyarakat melalui website.
  • Penentuan pemenang berlaku mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.
  • Hasil Karya sepenuhnya menjadi milik PT. Fastfood Indonesia, Tbk.

Cara Mengikuti Vote

  • Login ke http://www.virtualxbook.com (Gratis) ~ Klik Pena Cerdas KFC ~ Baca Karya Peserta ~ Vote & Beri Komentar (1 email = 5 vote/hari, Bebas).

Menangkan Hadiah Jutaan Rupiah, Laptop, HP Keren, Jutaan Voucher & Merchandise KFC, serta 10 HP untuk Komentar Terbaik.

Keterangan lebih lanjut, hubungi: 021-937 837 02 atau email: eventkfc@virtualxbook.com

Sumber: Situs virtualXBook

catatan:  logo di atas bukan logo resmi lomba, melainkan mengunduh dari, http://www.taibros.net/images/writing.jpg

LOMBA MENULIS CERPEN TINGKAT NASIONA


Yo yo yoo… ada lomba lagi kawan-kawan semua. Lomba menulis cerpen tingkat nasional yang diselenggarakan Dewan Kesenian Lampung.  Kalau lihat dari keterangannya sih, terbuka untuk seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). Silahkan klik DISINI, untuk mengetahui info lebih lanjut.

Ayo bagi yang merasa penulis, ikuti lomba ini!

DKL Gelar Krakatau Award 2010

Bandar Lampung,

Dewan Kesenian Lampung (DKL) kembali menggelar Krakatau Award 2010. Untuk tahun ini berupa lomba penulisan cerpen tingkat nasional. Penghargaan akan diberikan kepada empat cerpen terbaik masing-masing juara I hingga IV, serta enam nominasi non-ranking.

Menurut Ketua Umum DKL Syafariah Widianti, DKL akan tetap konsisten dalam menghargai karya seni. Salah satunya adalah memberi penghargaan karya sastra terbaik melalui lomba penulisan. “DKL saat ini baru bisa memberi penghargaan kepada karya puisi dan cerpen terbaik. Tak menutup kemungkinan, tahun-tahun mendatang DKL akan memberi penghargaan karya novel atau esei sastra-budaya,” ujar Atu Ayi, sapaan Ketua Umum DKL.

Dikatakan, pemberian penghargaan Krakatau Award bagi karya sastra ini melalui penilaian karya-karya yang diterima panitia. “Melihat animo peserta lomba penulisan puisi tahun lalu yang sangat banyak, telah merangsang DKL untuk konsisten menggelar KA,” katanya.

Diakui Atu Ayi, hadiah KA memang masih terbilang kecil, hal itu disebabkan alokasi anggaran yang didapat DKL dari APBD Provinsi Lampung belum bisa mencover harapan pengurus DKL. “Namun kami akan berupaya hadiah bisa ditambah pada tahun-tahun depan,” lanjutnya.

Sementara Koordinator Krakatau Award 2010, Isbedy Stiawan ZS menjelaskan, lomba penulisan cerpen “Krakatau Award 2010” ini bertema “Lampung: Lokal-Global”, yaitu cerpen harus bersandar kepada nilai-nilai adat, seni budaya atau dunia wisata di Lampung. Bagaimana peran lokalitas dalam berhadapan dengan globalisasi yang tak bisa dihindari.

Adapun panjang cerpen maksimal 10 halaman kwarto, diketik 1,5 spasi, font Times New Roman 12. Peserta berusia minimal 17 tahun, dapat mengirimkan maksimal 3 naskah cerpen dan masing-masing naskah rangkap 4. Setiap karya disertai kartu identitas (KTP/SIM/Kartu Mahasiswa/Kartu Pelajar) dan biodata atau keterangan lain pada lembaran terpisah.

Naskah lomba penulisan cerpen tingkat nasional tersebut dikirim ke Panitia Krakatau Award 2010, Sekretariat Dewan Kesenian Lampung Jalan Gedung Sumpah Pemuda Kompleks PKOR Wayhalim, Bandar Lampung selambat-lambatnya 30 Juni 2010 (cap pos). “Para pemenang akan diumumkan minggu ketiga Juli 2010,” jelas Isbedy Stiawan ZS.

Adapun juara I-IV, DKL menyediakan penghargaan berupa piagam dan uang pembinaan yaitu Rp 2 juta, Rp 1,5 juta, Rp 1 juta, dan Rp 500 ribu. Sementara enam naskah nominasi non-ranking diberikan piagam.

======
Dewan Kesenian Lampung
Jalan Gedung Sumpah Pemuda Kompleks PKOR Wayhalim Telp (0721) 703077
Bandar Lampung

LOMBA PENULISAN CERPEN TINGKAT NASIONAL
KRAKATAU AWARD 2010

Tema     “Lampung: Lokal-Global ”

1.    SYARAT PESERTA
1.    Peserta warga negara Indonesia, minimal berusia 17 tahun.
2.    Setiap peserta mengirimkan maksimal 3 naskah cerpen.
3.    Naskah merupakan karya orisinal, belum pernah dipublikasikan atau diikutsertakan pada lomba lain.
4.    Naskah menggunakan bahasa Indonesia.
5.    Naskah yang dikirim menjadi hak panitia sepenuhnya.
6.    Naskah dikirim dalam bentuk print out 4 eksemplar ke Sekretariat Dewan Kesenian Lampung Jalan Gedung Sumpah Pemuda Kompleks PKOR Wayhalim, Bandarlampung.
7.    Naskah diterima oleh panitia 30 Juni 2010 (cap pos)
8.    Peserta harus menyertakan biodata lengkap di halaman terpisah
9.    Menyertakan fotokopi identitas diri (KTP/SIM/Kartu pelajar/Kartu Mahasiswa).
10.    Naskah yang tidak memenuhi persyaratan tidak dapat diikutsertakan lomba .
11.    Pemenang lomba akan diumumkan minggu III Juli 2010.
12.    Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

2.    SYARAT PENULISAN
1.    Naskah cerpen maksimal 10 halaman kwarto.
2.    Spasi 1,5
3.    Font Times New Roman 12

3.    HADIAH LOMBA
Juara lomba penulisan cerpen ini akan mendapatkan hadiah sebagai berikut :

1. Juara 1 uang tunai sebesar Rp. 2.000.000,-, dan piagam
2. Juara 2 uang tunai sebesar Rp. 1.500.000,-  dan piagam
3. Juara 3 uang tunai sebesar Rp. 1.000.000,-. dan piagam
4. Juara 4 uang tunai sebesar Rp.    500.000,-  dan piagam
5. 6 nominasi non-ranking mendapatkan piagam

Sumber: Situ seni dot com

catatan: logo di atas bukan logo resmi lomba, melainkan mengunduh dari, http://www.taibros.net/images/writing.jpg

Mau Lihat Plat Nomor Termahal Ketiga di Dunia?


GambarIseng-iseng buka detik.com, eh nemuin berita unik yang cukup mencengangkan. Ada Plat Nomor Termahal Ketiga di Dunia. Saya sungguh kaget luar biasa, ternyata saya ketinggalan berita (yang pertama saja saya kagak tahu). Tapi telat tahu bukan berarti kuper, kan? Hehehe…

Jadi begini toh, pembaca yang setia. Uni Emirat Arab atau kalau disingkat UAE (engga penting), adalah negara yang kaya akan minyak bumi-nya yang berlimpah. Orang-orang kaya di negara tersebut juga tak kalah banyaknya dengan orang-orang eropa. Salah satu klub liga primership, Manchester City, kini di ambil alih kepemilikannya oleh The Abu Dhabi United Group. Itu artinya, kekuatan ekonomi orang-orang timur tengah tidak dapat diremehkan, mereka memiliki kompetensi dan elegansi untuk melakukan tambang mereka, sendiri (walaupun sedikit dibantu oleh beberapa perusahaan luar). Tapi tidak seperti negara kita tercinta yang merelakan tambang emas di Papua kepada orang-orang luar, dan hanya menikmati uang dari pajak dan…ah, cape deh.

Kembali ke topik plat nomer. Ternyata oh ternyata, plat yang mahal itu adalah sebuah plat nomor mobil dengan satu digit, bernomor: 7.  Plat tersebut terjual dengan harga 17 dirham (US$ 4,6 juta) atau sekitar Rp. 41,6 milar. Waw! Di saat pejabat negara kita berlomba-lomba untuk menguras uang negara (dibaca: korupsi), dan merelakan harga diri negara dan pribadi  (kalau ketahuan) untuk meng-korup uang sebesar itu. Sang penjual dan pembeli Plat malah menganggap  uang itu adalah hanya masalah, pengakuan.
“Saya pikir ini masalah pengakuan. Hari ini memiliki Ferrari saja tidaklah cukup. Orang ingin nomor cantik di mobil mereka. Itu membuat mereka jadi lebih populer dibanding para pengendara Ferrari lainnya,” ujar perusahaan penyedia plat nomor di Uni Emirat Arab, Muhammad Kashif seperti detikOto kutip dari Arab News, Jumat (9/4/2010).

Sebagai informasi juga, kalau plat nomer termahal  bernomor 1 berhasil terjual seharga US$ 14,2 atau sekitar Rp 128,43 miliar yang dibeli oleh pengusaha Uni Emirat Arab bernama Said Khouri pada tahun 2008. Disusul kemudian plat nomer termahal kedua dengan plat bernomer 5, berhasil dijual dengan harga US$ 6,86 juta atau sekitar Rp 62 miliar juga oleh seorang warga Uni Emirat Arab. Kapan ya, saya bisa membeli plat itu?

Sumber Kutipan: Oto Detik

Curhat Banana: 15 Maret 2010


Dear Dibana…

Kamu jangan pundung yah, Dibanaku tersayang. Aku bukannya mau cuekin kamu sampe  kamu bulukan gini? Aku juga engga ada maksud biarin kamu diem di atas lemari terus dibeolin sama si Cike (Cicak Keren) dan si Tigor (Tikus Gorong); masih untung kamu engga digigit. Itu juga salah kamu sendiri, kenapa engga punya kaki sama tangan. Makanya…berdoalah pada Tuhan agar kelak di kehidupan mendatang, kamu lahir sebagai buku diari yang mempunyai tangan dan kaki. Jadi kita bisa jalan bareng, gitu. Ngerti kan Dibana?

Aku akhir-akhir ini sibuk kencan sama Gomes. Dia makin hari makin ganteng– terus makin hari, dia makin romantis juga. Hari ini, kita 20 hari jadian loh, Dibana. Kalau ditambah 20 hari lagi (20 + 20 = 40), ukhh…kayanya perlu dirayain dengan tahlilan. Biar kita berdua selalu dekat sama Allah, selalu dilindungi– dan dijadiin jodoh di masa mendatang.

Waktu seminggu kita jadian nih, ya, Dibana. Aku minta dia potong rambutnya…eh…kamu belum tahu Gomes itu kaya gimana, ya? Ciri-cirinya. Aku belum cerita ya?….Hmm, gini loh. Gomes itu tingginya 175 kg. Berat badannya 60 cm. Emmm….eh salah. Kebalik. Bodo ah, kamu kan pinter Dibana, jadi pasti ngerti.

Selanjutnyaa…Gomes itu kulitnya gelap, hidungnya pesek, rambutnya kaya David Beckham waktu masih muda– ya…tapi wajahnya engga seganteng atlet kelereng dari liga primership itu. Wajah Gomes cenderung mirip Christian Sugiono. Ya! Mirip dia….tapi waktu nyemplung ke dalem got. Ahhh…pokoknya ganteng deh, menurut aku.

Aku lanjutin ya, Dibana. Jadi, waktu aku minta gomes potong rambutnya, dia awalnya engga mau. Jadi ceritanya gini:

“Gomes sayang, rambut kamu potong dong?”

“Ah, ogah. Cewe-cewe di sekolah udah pada suka sama rambut Gomes. Kenapa? Kamu sayangnya cuma sama rambut Gomes doang, ya?”

“Bukan begitu, Banana sayang kok sama Gomes. Tapi Banana agak risih sama rambut Gomes yang banyak ketombenya.”

Gitu ceritanya Dibana, terus, habis itu Gomes pundung dikatain banyak ketombe. Selama 3 hari dia engga nelpon aku, nyapa aku di sekolah, sampe ngingetin Banana cebok kalo abis dari toilet. Ihh…Banana kesel, Dibana. Tapi Dibana juga ngerasa bersalah.

Akhirnya tiga hari kemudian Banana nekat nyamperin Gomes di dalem kelas. Gomes terkejut waktu Banana dateng sambil bawa kado sebagai penebus kata-kata Banana waktu itu. Gomes masih kesel sama Banana, tampangnya cemberut kaya kucing yang disuruh makan rumput. Biarpun disorakin sama temen-temen kelasnya, Banana engga peduli. Banana sayang sama Gomes, maka dari itu Banana samperin dia, terus ngomong.

“Gomes sayang, maafin Banana ya? Waktu itu Banana hilaf, ngomong gitu. Kita baikan, ya?” kata Banana duduk di sebelah Gomes. Waktu Banana ngomong gitu, tiba-tiba temen Gomes ada yang nyeletuk.

“Gomes juga hilaf, Banana. Soalnya waktu nembak kamu, matanya lagi rabun deket. ” Namanya Domain Dotcom. Banana paling kesel sama temen Gomes yang satu itu, kerjanya ngejek Banana mulu. Tapi, tanpa disangka Gomes ngebela Banana. Dia ngomong:

“Jangan gitu, Dom? Banana itu nasi goreng spesialnya gue, biarpun badannya kaya gajah beledug, tapi hatinya kaya kungfu panda.

Uhhh…so sweet banget, ya, Gomes. Dia rupanya engga rela Banana diejek sedemikian rupa. Temen-temennya emang ketawa ngomong kaya gitu, tapi dia kagak gentar, terus megang tangan Banana erat.

“Udah Gomes maafin kok, sayang. Gomes cuma malu aja, Gomes paling males keramas. Rupanya karena kemalasan Gomes itu, buat Banana risih. Gomes juga minta maaf.” T.T rasanya pengen nangis, tapi takut banjir di dalem kelas. Gomes terus disorakin sama temen-temennya, karena tangannya engga nyampe meluk perut Banana.

Banana akhirnya ngasih kado permintaan maaf. Gomes ngambil, terus buka di depan Banana. Gomes langsung senyum seneng waktu ngelihat isi kadonya. Isi kadonya itu: shampo anti ketombe merk TUNTAS. Sejak itu Gomes tiap hari keramas demi Banana.

3 hari kemudian, lagi. Gomes dateng dengan wajah barunya. Kereeennn!!! Banana engga kuat ngelihat Gomes sekarang jadi pusat perhatian.

Gomes emang engga motong rambutnya, tapi dia rubah model rambutnya. Sekarang rambutnya kaya sapu injuk. Berdiri sampe 10 senti. Dia langsung nyamperin aku, tapi sambil pundung lagi. Dia nanya…

“Shampo yang kamu kasih itu sebenernya shampoo apa, Banana? Kok rambutku jadi gini?”

“Hmmm….sebenernya sih arabian oil.”

Gomes langsung pingsan. Hihihi…Gomes kayanya pura-pura pingsan biar digendong sama Banana deh.

Udah deh, segitu dulu Dibana. Banana capek. Mulai malem ini, Banana doain, deh, biar Banana punya tangan sama kaki. Jadi, untuk selama ini, Banana simpen Dibana di dalem kulkas aja, ya?

Dada Dibana!

With Love

Banana Cinta Nana


Curhat sebelumnya:

23 Februari 2010